Minggu, 20 Januari 2013

Cara Mudah Mendeteksi Boraks dalam Makanan


Waktu nonton TV, ada liputan tentang somai yang mengandung boraks.. Duuh serem ya bund. Kayaknya jadi bingung, mau jajan takut ada boraksnya, mau masak, takut tahu atau ikannya dikasih boraks.  Akhirnya browsing cari cara mudah mendeteksi boraks dalam makanan. Alhamdulillah nemu artikel bagus. Saya share ya sama bunda lainnya di sini.  Artikelnya saya dapat dari tempo.co. 
TEMPO.CO, Jember -- Dua orang murid Madrasah Aliyah Miftahul Ulum Desa Suren, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, menemukan cara praktis mendeteksi kandungan boraks pada beragam jajanan anak yang biasa dijual di sekolah. Karya Siti Fatimah dan Wasilatul Akmariah, murid kelas II/IPA, itu menyabet juara I lomba karya ilmiah yg digelar Direktorat Jenderal Pendidikan Kementerian Agama RI.
Akmariah menuturkan kertas indikator yang mereka buat itu menggunakan kertas saring yang dipotong kecil-kecil (1 x 3 sentimeter). Potongan kertas saring itu lantas direndam dalam larutan kunyit selama 5 menit. 
Kertas itu lantas dikeringkan pada tempat yang tidak terkena sinar matahari secara langsung, untuk menghindari terdegradasinya senyawa kurkumin dari kunyit, yang bisa menyebabkan hilangnya sifat asli senyawa tersebut. "Sampel makanan yang dipilih dihaluskan dan diletakkan dalam pelat tetes. Jika kertas indikator berubah menjadi merah, makanan itu positif mengandung boraks," katanya.
Hasil penelitan dan uji sampel makanan terhadap cilok, mi, tempura, dan tahu yang biasa dijual di beberapa sekolah di Kecamatan Ledokombo didapatkan bukti makanan itu positif mengandung boraks. "Sedangkan pada jajan tempura masih relatif aman jika dikonsumsi karena tidak terjadi perubahan warna pada kertas indikator," kata dia menuturkan. “

Mudahkan Bunda cara nya. Saya tuh niat banget mau bikin kertas indikatornya. tapi sampai sekarang belum sempat beli kertas saring nya. Sebenarnya kertas saring itu dijual di berbagai toko kimia, misalnya Toko Kimia Titi Murni di Salemba, tapi saya belum sempat ke sana..
Bunda yang udah berhasil bikin kertas indikator boraks bisa share disini yaa....

Selasa, 02 Oktober 2012

# Episode : Masih “numpang” di rumah ortu...


Hai Bunda...  apa kabaar nih... Gak terasa udah 2 tahun lebih tinggal di rumah ortu, mertuanya suami dan neneknya faiz.. Padahal rumah sendiri udah ada, perabotannya juga udah dicicil dikit-dikit, tempat tidur ada.. Tapi,,,,, nyatanya masih belum bisa lepas dari ortu.. hiks..

Sebenarnya si kami bisa aja pindah. Cuma saya dan suami memikirkan Faiz, anak kami tersayang. Kalo kami pindah, nanti Faiz sama siapa??? Secara bundanya kerja sebagai PNS  yang sibuknya kadang ngalahin pegawai swasta.. ampuun dah. Kami sepakat, tidak mau menitipkan anak kami dengan pembantu. Itulah sebabnya kami masih bertahan tinggal di rumah Neneknya Faiz.. Tapi sampai kapan yah?? Kalo gini jadi perlu me-review kembali apakah pekerjaan saya ini worthed atau tidak.. Jujur, saya pingin banget bisnis online. Tapi kalo sekarang gak sempat ngurus web nya.. hiks.

Jadi, sekarang tiap sabtu-minggu kami nginep di rumah kami di Violet Garden, di kranji.. hehe.. yah pinggiran jakarta lah. Perumahannya sih udah model cluster. Jadi berasa tinggal di villa pribadi aja.. secara cuma dikunjungi sabtu-minggu.. hehehe..

Yah ada plus minusnya kalo masih tinggal dirumah ortu, misalnya, bisa nitipin anak, gak perlu masak hehe, gak perlu bangun pagiii banget untuk siapin sarapan (waduh ga bener nih :p).. tapi ya kalo keenakan tinggal di rumah ortu terus kapan mandirinya? Gak berasa punya rumah tangga sendiri jadinya..

Semoga ada penyelesaian buat “persoalan”ku ini.. Problema ibu bekerja..

Senin, 01 Oktober 2012

Speech Delay, Anak Terlambat Bicara


Faiz usianya sudah 2 tahun, tetapi bicaranya masih belum lancar. Belum bisa membentuk satu kalimat utuh. Misalnya, air -> ai, lampu -> apu, ikan -> ika, bendera -> eya, susu ultra -> uu Tak. Tapi belum bisa bilang “bunda faiz mau makan”. Karena penasaran, akhirnya konsul sama DSA, dan disarankan untuk membawa faiz ke Klinik Tumbuh Kembang Anak di RS Hermina Podomoro.  Kami ke klinik tumbuh kembang bertiga, Faiz, Bundanya, dan Neneknya Faiz. Dari awal masuk ke Hermina, kayanya faiz udah mulai familiar sama suasananya. Karena kalo kontrol atau imunisasi kan dia di situ. Jadi bawaannya kalo masuk Hermina tuh disuntik. Makanya waktu ke meja pendaftaran, faiz udah sibuk nunjuk-nunjuk ke arah pintu keluar.. hehe minta pulang dia. apalagi waktu ditimbang, wah, nangis kejer faiz. Udah kaya disuntik aja.

Di klinik tumbuh kembang anak, kita semua duduk di matras. Faiz diperiksa oleh 2 orang dokter. Dokter dian dan dokter Trulli. Masing-masing dokter pegang form penilaian. Dokternya ramah-ramah. Tapi, karena itu pertama kalinya faiz ketemu, jadi nangis kejer pula lah si faiz. Dokternya mulai keluarin berbagai macam mainan. Bola, krayon, kartu bergambar, dll. Setelah dirayu-rayu, dan bundanya gambar berbagai macam hewan, baru faiz udah mulai tenang. Dokternya mulai tanya-tanya. Ringkasnya, begini pertanyaan dokternya:
Dokter: faiz udah tau dan bisa mengucapkan berapa benda?
Saya: (melirik neneknya faiz dulu, soalnya sehari-hari kan faiz lebih sering sama neneknya karena bundanya kerja).. berapa ya? Udah banyak si Dok, tapi belum jelas . (saya contohin cara faiz mengucapkan benda-benda).

Lalu dokternya ngetest faiz.. Di jejer kartu bergambar di lantai, lalu dokternya bilang, faiz, mobil mana? Alhamdulillah faiz ngerti dan mengambil kartu yang bergambar mobil. Apel mana, lalu faiz ambil gambar apel. Lalu faiz diberi kartu gambar kelinci, dokternya minta faiz sebutin gambar apa itu. Faiz ambil kartu dari dokternya lalu bilang “nci”. Bundanya yang translate, kelinci dok maksudnya. Lalu faiz diberi tepuk tangan. Faiz ikut tepuk tangan. Setelah beberapa kali diberi kartu bergambar dan faiz bisa menyebutkan nama gambarnya (meskipun belum jelas). Sesinya masuk ke tanya jawab seputar kemandirian.

Dokter: faiz udah bisa pegang sendok sendiri kalo makan?
Bunda: (lagi-lagi lirik nenek) udah bs belom ya nek? Belom pernah dicoba dok.
Dokter: kalo lepas baju atau pake baju sendiri?
Bunda: saya belom pernah ajarin dok.. biasanya faiz baju dipakein.
Dokter: kalo pake sepatu udah bisa?
Bunda: belom pernah saya ajarin juga dok.. (ampuun dah ketahuan banget si ni bundanya faiz saking sibuknya ampe gak sempet ngurus anak).
Dokter: kalo minum udah bisa pake cangkir dan pegang cangkir sendiri?
Bunda: nah kalo yang itu udah bisa dok. Bisa pegang cangkir. Minum pake sedotan juga udah bisa. (yang ini jawabnya dengan PD).
Sekarang faiznya udah mulai santai. Udah mau nunjuk bola, ambil bola sendiri. Dan sibuk gambar-gambar pake krayon, sampe keluar dari kertas gambar jadi matrasnya juga ikut dicorat-coret.

Lalu dokter melakukan tes lagi ke faiz. Sambil memegang kartu bergambar kelinci dan mobil. “Faiz, coba gambar kelincinya kasih nenek, terus gambar mobilnya kasih bunda”. Awalnya faiz diam aja. Lalu dokternya ulangi, “gambar kelincinya kasih nenek” lalu faiz mulai ambil gambar itu dan dikasih ke nenek. Lalu kata dokternya lagi ”gambar mobilnya kasih bunda” lalu faiz ambil kartu gambar mobil dan dikasih ke bundanya”. Lalu faiz diberi tepuk tangan lagi. Biasa, kalo ada orang tepuk tangan, faiz ikutan tepok tangan sambik bilang “oee” (baca : horee).

Gak terasa Sesi pemeriksaan udah berlangsung sekitar 50 menit. Lalu dokter dian dan dokter trulli mulai menghitung nilai di form penilaian. Berikut penjelasan dokternya.
“Faiz dari segi kemampuan afektif (memahami perintah, berinteraksi, mengenali benda, dll) tidak ada masalah. Tetapi memang kemampuan berbicaranya agak terlambat. Karena kurang stimulus. Saya tanya sama dokternya, apakah ada pengaruh karena jatuh, karena faiz pernah jatuh dari tempat tiduk waktu usian sekitar 9 bulanan. Kata dokter, kalau waktu jatuh anak tidak pingsan atau tidak mengalami gangguan kesadaran, maka peristiwa jatuhnya itu tidak berpengaruh ke otak.. Alhamdulillah, awalnya saya khawatir kalo ada sesuatu di otak faiz karena pernah jatuh. Saya ceritakan ke dokternya, kalo faiz suka sekali main HP dan Tab. Faiz sudah bisa membuka kunci, mencari game, dan keluar dari game. Paling suka game menggambar yang corat-coret atau mewarnai di Galaxy Tab punya bundanya. Dokter menyarankan untuk mengurangi frekuensi main HP dan Tab. Agar faiz dilatih oromotoriknya, lidah, bibir, pipi. Menurut dokter, otot yang digunakan saat makan, sama dengan oto yang digunakan untuk bicara. Jadi, agar faiz bisa lancar bicaranya, sering-sering juga dilatih oromotoriknya sambil terus diajak bicara. Kalau perlu, satu kata diulang hingga 15 kali. Menurut penilaian dokternya, kemampuan bicara faiz setara dengan anak usia 21 bulan, sedangkan faiz saat ini sudah berusia 25 bulan. Jadi, untuk mengejar ketinggalan, faiz dijadwalkan terapi wicara dua kali seminggu di Klinik Tumbuh Kembang Anak Hermina Podomoro selama tiga bulan.
Mudah-mudahan, terapinya faiz berjalan lancar dan faiz dapat segera lancar berbicara..  kalo para Bunda di luar sana ada cerita yang bisa di sharing, monggo. Semoga pengalaman saya ini juga bermanfaat buat para bunda lainnya...

Kamis, 27 September 2012

Ibu Bekerja, Bukan Halangan Untuk Memberi Asi Eksklusif dan Menyusui hinga Dua Tahun



Jauh sebelum saya menikah dan punya anak, saya sudah tahu dan paham akan pentingnya ASI dan manfaat ASI bagi bayi. Materi Kuliah di FKM UI pun turut mendukung niat saya untuk dapat menyusui anak saya secara eksklusif dan hingga dua tahun meskipun nantinya saya bekerja nanti.

Alhamdulillah, saya termasuk ke dalam survivor ibu bekerja yang bisa menyusui eksklusif dan hingga dua tahun.. Ternyata gak gampang loh Bund.. Untuk ibu rumah tangga, mungkin tidak terlalu sulit karena kapanpun dan di mana pun dapat memberi ASI kepada bayinya. Tetapi, untuk ibu yang bekerja, memiliki tantangan tersendiri. Memompa ASI pun menjadi wajib bagi ibu bekerja jika ingin terus dapat memberikan ASI kepada sang buah hati. Karena jika tidak dipompa, otomatis produksi ASI akan semakin menurun. Belum lagi faktor kelelahan, bukan berarti jadi ibu rumah tangga gak cape ya Bund.. Pastinya baik bekerja maupun full jadi IRT (Ibu rumah tangga), sama capeknya. Tapi, untuk ibu yang bekerja efeknya jadi dobel, karena capek, jadi malas pompa asi. Nah, ini nih salah satu faktor pada ibu bekerja yang turut menyumbang kegagalan menyusui karena ASI kering. Kalo pada IRT kan meskipun cape bisa langsung menyusui bayi..
Nah, saking niatnya saya pingin bisa ASI Ekslusif sampai dua tahun. Saya sampe khusus berdoa minta Allah biar bisa kasih kemudahan dan kekuatan untuk bisa kasih ASI Eksklusif.
Ada perbekalan khusus ni untuk pompa ASI ibu bekerja:

  1. Pompa ASI
Pompa asi manual atau elektrik. Kalau saya sih pakai yang menual. Merk Medela Harmoni. Waktu mau beli, tanya sama mbaknya yang jual, katanya, Medela itu enak, gak sakit waktu pumping, dan ada sparepart nya. Jadi kalo ada yang rusak atau ilang, bisa beli sparepartnya aja, gak usah beli pompanya lagi. Pakai yang elektrik juga enak. Asal budgetnya ada. Karena harganya itu lhoo, lumayan mahal. Saya beli pompa medela harmoni tahun 2010, harganya sekitar 350rb, yang elektriknya waktu itu hampir 700rb harganya..


  1. Botol Kaca untuk menyimpan ASIPerah (ASIP) .
 (Botol Kaca Tutup karet)
(Botol Kaca)
Setelah selesai dipompa, ASI dituang ke botol kaca. Banyak koq yang jual Bund. Bisa juga pake botol bekas UC 1000. Dibersihkan dahulu. Rendam botol bekas UC dengan air 2-3 hari biar aroma citrus nya hilang. Cuci dengan sabutn pencuci botol. Lalu rebus. Kalo bisa tutup botolnya beli lagi yang plastik.  Tutupnya ada yang jual juga kq. Tapi kalo gak mau repot ya beli aca botol kaca ASI nya hehehe.. harga botol kaca ASI nya bervariasi antara 1500-3000 rupiah per botol. Ada juga botol kaca ASI perah yang tutupnya karet.

  1. Plastik ASI / kantong ASI


Kantong ASIP yang sudah di sterilisasi sebelumnya (presterilized). Tinggal pakai aja. Tapi Cuma buat sekali pakai, langsung buang aja. Yang saya pake merk Little Giant dan Natur. Kalo mau yang agak murah, merk natur. Udah bagus koq kualitasnya.

  1. Ice Gel
Gel yang dibekukan biar ASIP tetep dingin. Saya pake dua ice gel. ice gel blue dan ice gel yang plastik. Kalo cuma ke kantor aja, saya pake yang Ice gel Blue, tapi kalo lagi dinas luar kota, saya pake dua-duanya.



  1. Cooling Bag
Tas untuk membawa ASI dalam perjalanan. Ada macam-macam merk.

Ada tips khusus untuk ASI perah. Kalau bunda kerja dan memompa di kantor dan ASI perahnya akan dibekukan di rumah, sebaiknya ASI perahnya di kantor didinginkan saja (jangan sampai beku) nanti sampai rumah baru dimasukkan ke freezer. Selama diperjalanan ASIP disimpan dalam cooling bag plus ice gel di dalamnya untuk mempertahankan suhu tetap dingin.